Siwonews.com Metro,
Kebijakan Pemerintah kota Metro, yang akan membongkar bangunan mulai dari gedung Wanita, gedung Pramuka, kantor Lingkungan Hidup, dan kantor Eks Tata Kota, yang akan di bongkar untuk di jadikan Metro Konvention Centre (MCC), menuai protes. Terutama gedung Eks. Tata Kota, di karenakan gedung tersebut merupakan saksi sejarah Kota Metro.
Ketua Forum Kolonis Kota Metro, Sudarsono, meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kota Metro untuk menghentikan penghancuran gedung Eks Tata Kota, yang merupakan salah satu gedung bersejarah saksi lahirnya Kota Metro.
Lek Darsono, sapaan akrabnya, mengatakan sangat kecewa atas keputusan yang dibuat Pemkot Metro, untuk membuat Metro Convention Center (MCC), dengan menghancurkan gedung yang juga disebut dengan Eks Kantor Onderdistric atau Wedana Metro, bangunan bersejarah tersebut merupakan saksi sejarah Kota Metro, dan hanya gedung tersebut yang tersisa dari sejarah.
“Gedung ini sudah difungsikan sejak tahun 1937, dan merupakan monumen sejarah tertua serta heroik pada zaman perang kemerdekaan, karena Belanda saja tidak berani membumihanguskan gedung tersebut kala itu,” jelasnya, disela-sela melihat gedung Eks. Tata Kota yang mulai akan di hancurkan, Kamis (17/8).
Lanjutnya, Dia katakan, bahwa gedung sejarah tersebut juga merupakan pusat Pemerintahan Onderdistric atau Wedana Metro, yang wilayahnya mencakup Bedeng 1 Trimurjo sampai dengan Bedeng 67 Sekampung.
“Termasuk penandatanganan pembagian tanah kepada rakyat kolonisasi, juga penentuan HUT Kota Metro tanggal 9 Juni 1937, dilaksanakan di gedung sejarah tersebut”, ujar Lek Darsono.
Lek Darsono, menegaskan kepada Pemkot Metro dan DPRD Kota Metro agar kembali mencari solusi terbaik, untuk pembangunan MCC tidak serta merta menghilangkan gedung bersejarah yang seharusnya dipertahankan keberadaannya.
“Jika gedung sejarah ini sampai rata, maka kami keturunan kolonisasi dari wilayah Lamteng, Lamtim, dan Metro, akan melakukan aksi besar, termasuk mengepung Kantor Pemkot Metro, Kami atas nama leluhur akan berjuang mempertahankan ini sampai titik darah penghabisan”, tegas Darsono. (Roni)
















