Siwonews.com Metro-Beberapa titik ruas jalan Protokol di Kota Metro menjadi terminal bayangan sejumlah angkutan umum (angkot_red). dampak dari keberadaan terminal bayangan tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan dibeberapa titik dijalan tersebut, belum ada tindakan dari Dinas terkait menertibkan terminal yang memakan badan jalan itu
Pengamatan Selasa (16/01/17), beberapa titik ruas jalan yang kerap dijadikan terminal bayangan oleh sejumlah sopir angkot yaitu di jalan Imam Bonjol, A.Yani dan AH Nasution. Akibatnya penggunan jalan mengeluh dengan adanya beberapa angkot yang “ Ngetem” diarea jalan protokol tersebut.
Agung salah satu masyarakat 22 Hadimulyo Barat saat diwawancarai mengenai keberadaan terminal bayangan mengatakan bahwa dirinya sangat terganggu dengan adanya terminal bayangan yang ada dijalan protokol.Bahkan dirinya selalu mengalami kemacetan saat jam jam tertentu.
“ Saya terganggu sekali,Bahkan saat saya mengantar anak saya kesekolah terhambat dengan menyempitnya badan jalan akibat banyaknya angkot ngetem dipinggir jalan. Karenanya saya berharap Pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas untuk dapat menertibkan angkot angkot tersebut, sehingga pengguna jalan lain tidak terganggu”ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, Basuki Ketua Komisi I DPRD Kota Metro bereaksi dengan tegas dan meminta kepada pemerintah untuk memfungsikan secara maksimal terminal baik terminal kota maupun terminal induk yang ada. Bahkan, Basuki membenarkan dengan keberadaan angkutan kota di pinggiran jalan protokol sangat mengganggu pengguna jalan. Sebab, aktifitas mencari penumpang di jalan akan menyebabkan penyempitan badan jalan, dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
” Walaupun terminal kota dibeberapa sisi terganggu dengan dibangunnya pasar terpadu bukan menjadi sebab untuk angkot mencari penumpang di luar terminal atau dijalan protokol. Kan, terminal itu masih bisa digunakan untuk mencari penumpang,” jelasnya. Senin (16/1).
Lebih lanjut Basuki juga mencontohkan terminal bayangan lain yang sering muncul seperti di Jalan A Yani atau tepatnya di depan RSUD A Yani. Padahal,intensitas kendaraan yang melalui jalan tersebut sangatlah tinggi.
” Satu ruas jalan lain yang kerap terjadi kemacetan akibat terminal bayangan adalah di jalan AH Nasution dan dijalan A. Yani, tepatnya di depan RSUD A Yani Kota Metro.Bahkan dititik tersebut kerap terjadi kemacetan saat aktifitas pada pagi hari dan siang harinya,”ujarnya.
Oleh karenanya,dirinya meminta Dinas Perhubungan untuk dapat berkordinasi dengan Sat Lantas Polres Metro menangani hal tersebut. Sehingga dapat mengoptimalkan fungsi terminal yang ada di Kota Metro.
”Jika dibiarkan, nantinya bisa menjadi persoalan baru. Karena itu Komisi I meminta Dishub dapat agar segera mencari solusi. Gunakan cara persuasif. Koordinasikan dengan satuan lalulintas, jika perlu ditambah beberapa rambu rambu larangan di jalan jalan protokol tersebut,” tandasnya. (Advertorial)






















