Puluhan Pendemo Atas Nama PKL Sambangi Pemkot Metro

0
5

SiwoNews.Com Metro,

Puluhan pengunjuk rasa jilid II, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) mengatasnamakan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi Pemerintah Kota Metro, untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi PKL, Kamis (02/11).

Dalam tuntutannya meminta pada Pemkot Metro untuk mengkaji ulang kembali keputusan Pemkot untuk memindahkan PKL ke atas Pasar Kopindo dan Pasar Cendrawasih, dan untuk memperhatikan nasib para PKL.

Wakil Walikota Metro, Djohan, menemui para pendemo dan meminta 10 orang perwakilan untuk berdialog bersama di ruang OR Pemkot Metro.

Dalam dialog tersebut, Slamet Riadi, selaku koordinator meminta kepada pemkot untuk mengambil sikap atas aspirasi PKL tentang pemindahan para pedagang.
“Pemkot hendaknya kempertimbangkan kembali keputusan pemindahan pedagang, seharusnya pemerintah memperhatikan nasib rakyat, bukannya berpihak pada pengembang,” ucapnya.

Djohan menerangkan bahwasannya pemindahan tersebut bukan untuk mematikan usaha PKL, akan tetapi tujuannya untuk mempungsikan kembali badan jalan, dan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

“Bukan semata-mata untuk menggusur begitu saja, yang saat ini badan jalan Agus Salim dan jalan Cut nyak Dien, ya kita pungsikan sebagai mana jalan, dan PKL yang berada di antara Cendrawasih dan Kopindo, antara Kopindo dan Mega Mall, dan antara Mega Mall dan Cendrawasih, kita persilahkan berdagang di atas Pasar Kopindo dan Pasar Cendrawasih,”, kata Djohan.

Lanjutnya, sebagai Pemerintah tentunya ini suatu keputusan yang yang harus di jalankan dan ini merupakan program pemerintah dalam penataan dan penertiban Kota Metro.
“Kita sudah menyiapkan kurang lebih 300 kios yang berada di atas pasar Kopindo dan di atas Pasar Cendrawasih, insya Allah itu cukup, dan selama 3 bulan tidak di pungut biaya, setelah 3 bulan tentunya itu ada teknisnya sendiri dan ada yang menanganinya,” jelas Djohan.

Sambungnya lagi, keputusan yang di ambil Pemkot semata-mata untuk bersinambungan pembangunan Kota Metro sesuai dengan visi misi Kota Metro dalam hal ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif.
“Selain kita kembalikan pungsi jalan dan pasar, tentunya kita tempatkan pedagang tersebut pada tempat yang layak, dimana telah di sediakan WC, tempat ibadah dan tempat sampah agar terlihat rapi dan bersih, ” tandasnya. (Roni).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *